love islam, cerita islami, kisah islam, kisah Rasulullah SAW

Seseorang Masuk Surga karena Mengintip Wanita Mandi, Kok Bisa Ya?

laodesyamri.net – Kisah Seorang yang cinta akan Akhirat, akibat berbuat dosa mengintip Wanita sedang mandi berulang-ulang sehingga dirinya merasa bersalah dan sangat berdosa. Ketakutannya akan siksa neraka membuat dia gelisah sampai-sampai tidak mau bertemu Rasululah SAW karena takut akan dosanya tersebut.

Namun Rasulullah SAW mendapatkan wahyu dari Allah SWT sehingga menyuruh sahabat Umar Bin Khatab dan Salman Al Farisi untuk mencarinya. Walaupun pemuda tersebut sudah ditemukan masih juga tidak mau bertemu Rasulullah. Bisa ketemu dengan Baginda kecuali saat keadaan Sholat atau saat Bilal mengumandangkan Azan, nah syarat tersebut dipenuhi oleh Umar, dibawalah Seorang tersebut dihadapan Rasulullah SAW.

Siapakah beliau dan mengapa dijamin masuk surga akibat dari perbuatannya mengintip Wanita berulang-ulang tersebut? simak ceritanya di bawah ini Insya Allah Anda akan segera mendapatkan Hikmahnya Amiin!:

Tsa’labah bin Abdurrahman adalah pembantu Rasulullah Muhammad SAW, dan merupakan salah satu sahabat Baginda yang sangat Beliau cintai. Suatu ketika, Rasulullah SAW mengutus Tsa’labah untuk suatu keperluan. Tiba-tiba di tengah perjalanan, ia melihat di salah satu pintu rumah sahabat Anshor dan alangkah terkejutnya di dalam rumah tersebut ada seorang wanita yang sedang mandi, dan membuat Tsa’labah tergoda dan mengintip wanita tersebut berulang kali.

Tsa’labah kemudian tersadar sehingga menyesali perbuatannya tersebut dan Dia takut setengah mati. Dengan penuh penyesalan Tsa’labah bertanya-tanya dalam hati, “bagaimana nanti apabila ada wahyu yang turun menceritakan kelakuannya itu?  Betapa malunya diriku!! Kata Tsalabah penuh dengan penyesalan.

Tsa’labah kemudian memutuskan pergi dan tidak akan kembali ke Madinah, Ia melarikan diri ke lembah gunung di antara Makkah dan Madinah, meninggalkan Rasulullah SAW yang Ia cintai, Namun karena takut dan malu Tsa’labah meninggalkan Baginda dan terus mencari ketenangan untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Selama empat puluh hari Nabi kehilangan Tsa’labah. Datanglah Malaikat Jibril kepada beliau dan berkata: ”Wahai Nabi, Allah SWT telah berkirim kepadamu salam, dan Allah SWT bersabda: “Sesungguhnya salah satu umatmu telah melarikan diri, dan sekarang berada diantara gunung ini dan itu. Dia selalu memohon perlindungan padaKu dari neraka”,”.

Setelah menerima Wahyu tersebut Rasulullah SAW kemudian segera mengutus Umar bin al-Khatthab dan Salman Al Farisi (Radliyallahu anhuma) menyusuri bukit dan gunung-gunung yang ada di Madinah. Berhari-hari menyusuri bukit dan gunung, tidak lama kemudian keduanya bertemu pengembala yang bernama Dzufafah, dan bertanya:”Apakah kamu melihat seorang pemuda diantara gunung ini dan itu ?”

Zufafah menjawab: “Oooo, orang yang berlari dari neraka Jahannam itukah?”Umarpun gantian bertanya:”Bagaimana engkau tahu kalau dia lari dari Neraka Jahannam?” Zufafah memastikan kalau orang yang Dia lihat itu adalah Tsa’labah yang dicari oleh Umar ra dan dan Salman ra.

Jawab Zufafah: Apabila dia keluar dari gunung itu, selalu memegang kepalanya seraya berkata:”Wahai Tuhanku, Cabutlah nyawaku, dan leburkan jasadku, dan jangan Engkau telanjangi aku di hari kiamat kelak !””Oh, betul. Itulah orang yang aku maksud” tukas Sayyidina Umar ra.

Ketiga sahabat itu lalu menuju ke sebuah gunung. Pada tengah malam ketiganya melihat Tsa’labah keluar dari gunung seraya berkata sebagaimana yang diceritakan oleh Zufafah.

Umar ra. kemudian berlari mengejar Tsa’labah dan mendekapnya. Beliau berkata: ”Aman, aman  Dan Selamat dari Neraka. Aku Umar”.

Tsalabah kemudian bertanya: “Wahai Umar, Tahukah Rasulullah akan dosaku?”. ”Aku tidak mengerti. Namun Nabi kemarin menyebut-nyebut mu, kemudian beliau menangis dan mengutus aku dan Salman untuk mencarimu” Jawab Umar.

“Wahai Umar!, jangan pertemukan aku dengan Rasulullah SAW, kecuali beliau sedang sholat , atau Bilal sedang Iqomah” Kata Tsalabah.

Mereka lalu menuju ke Madinah, dan sampai disana mereka melihat Rasulullah SAW sedang Sholat. Ketiganya menempatkan barisan shaf berjamaah. Namun ketika Rasulullah SAW membaca al-Quran dalam sholat tersebut, Tsalabah tiba-tiba tak sadarkan diri karena saking takutnya dengan azab Allah dan nerakaNya.

Usai sholat, Nabi bertanya pada Umar dan Salman: ”Wahai Umar dan Salman, bagaimana keadaan Tsalabah ?” Keduanya menjawab dengan serentak: “Itu, Tsalabah wahai Rasul.”

Nabi mendatangi Tsa’labah dan memanggilnya: ”Wahai Tsalabah.!” Tsa’labahpun menatap Rasul dan menjawab:”Labbaika Ya Rasulallah..”

“Mengapa engkau meninggalkan aku Tsa’labah ?” tanya Rasulullah SAW.

“Karena dosaku wahai rasul” jawab Tsa’labah.

“Bukankah aku telah mengajarkan kepadamu ayat yang menghapus dosa?” kata Rasulullah SAW.

” Betul, wahai Rasulullah” Jawab Tsa’labah.

“Berdo’alah, RABBANA ATINA FIDDUNYA KHASANAH WAFILAKHIRATI HASANAH WAQINA AZABANNAR” . kata Rasulullah.

“Tapi dosaku amat besar wahai Rasulullah”. Sergah Tsa’labah.

” Ayat Allah lebih besar, Tsalabah !” Tegas Nabi.

Tidak lama kemudian Rasulullah menyuruhnya Tsa’labah pulang. Namun sesampainya di rumah Tsa’labah jatuh sakit. Delapan hari kemudian Salman bercerita pada Rasulullah SAW tentang sakitnya Tsa’labah.

Rasulullah SAW seketika itu juga mengajak Salman menjenguknya. Sesampai di pembaringan Tsa’labah, beliau memangku kepala Tsa’labah. Namun ketika dia tahu, diturunkannya kepalanya dari pangkuan Rasul. Nabi-pun bertanya: ”Mengapa engkau turunkan kepalamu dari pangkuanku?”

“Karena kepalaku penuh dengan dosa wahai Rasulullah” Jawab Tsa’labah.

“Apa yang kau rasakan wahai Tsa’labah ?”

” Seluruh kulit dan tulangku seakan-akan digerumuti semut wahai Rasul.” Jawab Tsalabah.

“Apa yang kau inginkan Wahai Tsa’labah?”

Tsalabah dengan cepat menjawab: “Ampunan Tuhanku”.

Kemudian datanglah Jibril pada Rasulullah SAW dan berkata:”Wahai Muhammad, Allah telah membacakan untukmu salam. Dan Allah berfirman: “Andai hambaKu ini datang kepadaKu dengan dosa sebesar bumi, niscaya akan Aku datangkan pengampunanKu sebesar itu pula.”

” Bolehkah aku beritahukan kabar ini pada Tsa’labah wahai Jibril ?” Tanya Nabi.

“Silahkan !” Jawab jibril.

Ketika kabar itu diberitahukan oleh Nabi, maka seketika Tsalabah menjerit gembira, sampai meninggal dunia. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan para sahabat untuk memandikan dan mengkafani mayat Tsa’labah, kemudian Rasul dan para sahabat menyolatinya.

Pada hari itu beliau selalu berjalan dengan jemari kakinya atau berjinjit. Sahabat pun bertanya tentang jalannya beliau, dan beliau menjawab: ”Aku tidak dapat berjalan menapak karena banyaknya sayap-sayap malaikat yang menyolati dan mengiringkan jenazah Tsa’labah”

Subhannallah…laa haula walaa kuwwata ila billah…Tsa’labah meninggal dengan khusnul hatimah, dijamin Allah SWT masuk di dalam Surga-Nya. Berkat Tsa’labah mengakui kesalahannya dan benar-benar merasa malu akan perbuatannya mengintip Wanita sedang mandi tersebut, kemudian ia bertaubat memohon ampunan dari Allah SWT dan Atas ampunan-Nya kemudian Tsa’labah terbebas dari dosa dan dijamin masuk surga.

Pertanyaanya: Bagaimana zaman sekarang? agak sulit mengakui kesalahan dan benar-benar mau bertaubat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang salah namun malah menjadi kebiasaan tanpa merasa malu dan berdosa. Pada hal tanpa kita sadari Allah SWT mengetahui semua perbuatan kita dan kelak akan dipertanggung jawabkan.

Sekian kisah ini semoga bermanfaat buat kita semua terlebih buat saya pribadi semoga Allah SWT selalu mengampuni Dosa-dosa kita. Amiin ya Rabbal alamin.

Bagaimana tanggapan Sobat tentang cerita di atas? silahkan kirim komentarnya di bawah ini semoga beberapa pendapat dari Anda bisa menjadi inspirasi kita semua. 🙂 Bila berkenaan monggo artikel ini dihare ke sahabat yang lain ya.. via facebook, email, twitter, linked, dan lain-lain.

Baca Juga Artikel ini :

2 tanggapan untuk “Seseorang Masuk Surga karena Mengintip Wanita Mandi, Kok Bisa Ya?”

  1. Ping-balik: SABRIANTO ALAM BLOG'S

Komentar Anda bermanfaat buat Kami, Tuliskan Komentar Anda disini...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s